👉 MENGENAL APA ITU ATRIBUT SURVEILANS 👈
Atribut Surveilans adalah Karakteristik yang melekat pada suatu kegiatan surveilans, yang digunakan sebagai parameter keberhasilan suatu surveilans. Atribut Surveilans antara lain ;
1. Simplicity (Kesederhanaan)
Kesederhanaan dalam hal struktur dan kemudahan pengoperasiannya. Sistem surveilans dirancang sesederhana mungkin, namun masih mencapai tujuan yang diinginkan. Kesederhanaan berkaitan erat dengan ketepatan waktu, dan mempengaruhi sumber daya/dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan sistem tersebut.
Sistem surveilans sangat sederhana dapat dicontohkan dengan adanya unit kecil yang merumuskan definisi operasional kasus dengan variabel yang mudah diperoleh, menemukan kasus, merekam, dan mengolah data, serta memanfaatkannya untuk kepentingan unit itu sendiri. Operasional kasus yang mudah diterapkan dan tidak memerlukan keahlian khusus.
Secara umum, definisi operasional yang sederhana, akan cenderung menimbulkan sensitivitas dan spesifitas rendah, tetapi definisi operasional yang ketat atau sulit menimbulkan tingkat partisipasi rendah, butuh alat, pelatihan dan tenaga yang memerlukan anggaran tidak sedikit.
2. Flexibility (Fleksibilitas)
Fleksibilitas mengukur kemampuan surveilans untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi dan kebutuhan. Sistem Surveilans yang fleksibel dapat menyesuaikan diri dengan perubahan informasi yang dibutuhkan atau situasi pelaksanaan tanpa disertai peningkatan yang berarti akan kebutuhan biaya, tenaga, dan waktu.
Sistem yang fleksibel dapat menerima perubahan definisi kasus, dan variasi-variasi dari sumber pelaporan. Pada umunya, semakin sederhana suatu sistem, makin fleksibel untuk diterapkan pada penyakit/masalah kesehatan lain. Fleksibilitas juga dimaksudkan dengan kemudahan sistem surveilans yang ada untuk menghadapi munculnya penyakit baru.
3. Acceptability (Akseptabilitas)
Akseptabilitas menggambarkan kemauan seseorang atau organisasi untuk berpartisipasi dalam melaksanakan sistem surveilans. Akseptabilitas merupakan atribut yang sangat subjektif yang mencakup kemauan pribadi dari orang – orang yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan sistem surveilans untuk menyediakan data yang akurat, konsisten, lengkap dan tepat waktu.
Sistem surveilans yang baik jika dapat diterima oleh semua pihak terkait dengan penyelenggaraan sistem surveilans, baik unit kerja maupun oleh orang-orang yang bertugas dalam penyelenggaraan sistem surveilans, baik unit sumber data, unit surveilans, dan program terkait.
4. Sensitivity (Sensitivitas)
Sensitivitas dari suatu sistem surveilans dapat dilihat pada dua tingkatan. Pertama, pada tingkatan pengumpulan data, prosporsi kasus dari suatu penyakit/ masalah kesehatan yang dideteksi oleh sistem surveilans. Kedua, sistem dapat dinilai akan kemampuannya untuk mendeteksi KLB.
5. Positive Predictive Value ( Nilai Prediksi Positif)
Nilai prediksi Positif adalah proporsi dari populasi yang terindentifikasi sebagai kasus oleh suatu sistem surveilans dan kenyataannya memang kasus. Perhitungan NPP memerlukan catatan dari intervensi-intervensi yang telah dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari sistem surveilans. Perhitungan NPP pada tingkat penemuan kasus dapat dilakukan apabila catatan mengenai jumlah pelacakan kasus yan telah dilakukan dan proporsi dari orang-orang yang benar-benar mengalami suatu peristiwa kesehatan/menderita penyakit yang diamati oleh sistem surveilans.
Nilai prediksi positif sangat penting, NPP rendah berarti kasus yang dilacak yang sebenarnya bukan merupakan kasus dan telah terjadinya kesalahan dalam mengindentifikasi KLB. NPP mengambarkan sensitifitas dan spesifisitas dari definisi kasus dan prevalensi dari suatu keadaan yan terjadi dalam masyarakat, NPP meningkat seiring dengan meningkatnya spesivisitas dan prevalens.
6. Representativeness (Kerepresentatifan)
Suatu sistem surveilans yang representatif akan mengambarkan secara akurat kejadian dari suatu peristiwa kesehatan dalam periode waktu tertentu dan distribusi peristiwa tersebut dalam masyarakat menurut tempat dan orang.Kerepresentatifan dinilai dengan membandingkan karakteristik dari kejadian yang dilaporkan dengan semua kejadian yang ada, walaupun informasi mengenai kejadian yang sebenarnya dalam masyarakat tidak diketahui, namun dapat ditemukan melaui studi khusus.
Kualitas data merupakan bagian penting dari kerepresentatifan. Kualitas data ini dipengaruhi oleh kejelasan dari formulir surveilans, kualitas pelatihan, supervisi terhadap petugas surveilans dan ketelitian dalam pelaksanaan data.
7. Timeliness (Tepat Waktu)
Ketepatan waktu menggambarkan kecepatan atau keterlambatan dalam langkah-langkah suatu sistem surveilans. Surveilans yang tepat waktu adalah kegiatan surveilans yang mampu menghasilkan informasi yang sesuai dengan waktu yang tepat sehingga dapat digunakan untuk mengontrol sebuah KLB dari penyakit yang akut.
8. Quality
Kualitas data menggambarkan kelengkapan dan validitas data yang terekam pada sistem surveilans. Hal tersebut diukur dengan mengetahui persentase data yang tidak jelas dan data yang tidak lengkap yang ada pada form surveilans. Sebuah sistem surveilans yang memiliki data lengkap dengan kualitas yang tinggi, sistem tersebut akan diterima oleh pihak yang berpartisipasi didalamnya.
9. Stability
Stabilitas berkenaan dengan reliabilitas dan ketersediaan sistem surveilans. Reliabilitas yaitu kemampuan untuk mengumpulkan, mengatur, dan menyediakan data secara tepat tanpa kesalahan. Sedangkan ketersediaan yakni kemampuan untuk dioperasikan ketika dibutuhkan.
Komentar
Posting Komentar